Jangan sampai ketinggalan informasi terbaru, ikuti kami di Facebook sekarang

Cara Mengatur Dana Darurat ala Mahasiswa. Setiap mahasiswa memiliki risiko dalam kehidupan sehari-hari, baik itu kecelakaan, sakit penyakit, kehilangan barang hingga kehilangan pendapatan. Pendapatan? Ya, mahasiswa memang umumnya belum bekerja dan belum memiliki penghasilan melainkan masih ditanggung orangtua.

Bagaimana jika suatu hari orangtuamu tanpa sengaja lupa mengirimkan uang bulanan? Atau jika terjadi suatu hal buruk pada orangtua yang menyebabkan mereka tidak sanggup mengirimkan uang pada saat itu juga? Sementara itu kebutuhan sehari-hari seperti makan, biaya kost, dan lain-lain harus tetap dipenuhi. Jika tidak memiliki dana cadangan, tentu kamu akan kebingungan. Karena itu kamu perlu memiliki dana darurat untuk menanggulangi kejadian tak terduga yang merugikan seperti itu.

Berapa Besar Dana Darurat yang Dibutuhkan Mahasiswa?

Terdapat 3 kategori masyarakat dengan kebutuhan dana darurat yang berbeda-beda. Kategori tersebut dibagi berdasarkan status perkawinan dan tanggungan yang dimiliki. Berikut adalah 3 kategori kebutuhan dana tersebut:

Nah, dilihat dari tabel maka mahasiswa masuk pada kategori lajang dan tidak memiliki tanggungan. Karena itu kamu memerlukan dana tersebut minimal sebesar 3 kali lipat pengeluaran bulanan.

Simulasi Perhitungan Dana Darurat untuk Mahasiswa

Udin adalah seorang mahasiswa yang berkuliah di kota Malang dan orangtuanya tinggal di Surabaya. Setiap bulan orangtua Udin mengirimkan uang bulanan sebesar Rp 4.000.000. Berikut adalah pengeluaran bulanan Udin:

Karena Udin statusnya adalah seorang lajang maka perhitungan dana darurat yang dibutuhkan adalah:

Kesimpulannya, dengan begitu Udin harus menyiapkan dana darurat sebesar Rp 7.800.000. Caranya dengan menyisihkan Rp 650.000 per bulan selama 12 bulan ke tabungan atau instrumen investasi yang stabil. Setelah dana darurat terkumpul, Udin bisa gunakan dana darurat saat situasi terburuk, misal sakit, service besar motor, atau orangtua tidak bisa mentransfer sejumlah uang bulanan.

Baca Juga:   Apa itu Cashback: Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya

Kamu juga bisa menabung melalui Reksadana Pasar Uang (RDPU). Kenapa RDPU? Karena RDPU cenderung stabil dan cocok untuk menabung dalam jangka pendek. Saya pribadi sudah 3 tahun ini menggunakan aplikasi Bibit. Perasaan aman dan nyaman adalah faktor kenapa saya masih menggunakan Bibit dan berencana menggunakannya dalam jangka panjang.

Gunakan kode shiroi untuk mendapatkan cashback senilai Rp. 25.000 secara langsung ke akun Bibitmu!

Gimana, menarik sekali bukan? Yuk, budayakan menabung agar kita selalu siap menghadapi situasi tidak terduga.

❤ Keep in touch with us!

Telegram Channel: https://t.me/ineetmedia
Telegram Group: https://t.me/ineet_media