Jangan sampai ketinggalan informasi terbaru, ikuti kami di Facebook sekarang

Di era digital seperti sekarang ini, istilah “big data” pasti sudah sangat sering kamu dengar. Apalagi dalam dunia bisnis yang terlibat langsung dengan pengolahan data, big data menjadi sesuatu yang sangat penting. Yuk cari tahu tentang pengertian Apa itu Big Data AI: Pengertian, Manfaat, dan Cara Kerjanya dalam artikel berikut ini!

Apa itu Big Data?

Big data adalah sekumpulan informasi yang sangat besar dan beragam yang terus bertumbuh dalam kecepatan tinggi yang terus meningkat. Big data juga mencakup volume informasi, kecepatan pembuatan dan pengumpulan informasi tersebut, serta variasi titik data (volume, velocity, varietas). Big data seringkali dihasilkan dalam data mining dan memiliki berbagai macam format. Karena ukuran big data yang sangat besar, maka informasi yang ada di dalamnya mustahil untuk diolah secara manual.

Manfaat dari Big Data

Big data memiliki kegunaan yang besar untuk membantu perkembangan sebuah bisnis. Ini dia beberapa manfaat untuk menjawab pertanyaan kenapa big data dibutuhkan.

  1. Mencari tahu penyebab suatu masalah atau kegagalan secara real-time, sehingga dapat meminimalisir terjadinya kegagalan berikutnya.
  2. Mampu menyimpan data dan informasi yang dibutuhkan untuk pengembangan produk, serta dapat menggabungkan beberapa sistem dan perangkat yang berbeda. Misalnya seperti IoT (Internet of Things) dan AI (Artificial Intelligence).
  3. Mengurangi waktu dan biaya produksi sebuah produk, namun secara bersamaan mampu meningkatkan performanya.

Kelebihan dan Kekurangan Big Data

Banyaknya volume data yang terkumpul memang semakin menegaskan fungsi big data untuk bisnis. Namun jumlah data yang begitu besar juga memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Umumnya, memiliki data yang berlimpah tentang pelanggan dan pelanggan potensial memungkinkan sebuah bisnis untuk menciptakan dan memperbaiki produk mereka. Selain itu, para petinggi dalam bisnis juga memiliki kesempatan tak terbatas untuk melakukan analisis yang lebih dalam agar bisa mendatangkan keuntungan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga:   Apa itu Biaya Penyusutan: Pengertian, Contoh, dan Cara Menghitungnya

Karakteristik Big Data

  1. Volume. Merujuk pada jumlah data ketika dikumpulkan di tahap awal. Saat volume data semakin membesar, maka data akan disebut dengan big data.
  2. Velocity. Mengacu pada seberapa cepat data dihasilkan dan seberapa cepat data bergerak. Hal ini sangat penting karena organisasi sangat membutuhkan data yang mengalir cepat agar tersedia ketika mereka harus membuat keputusan bisnis.
  3. Variety. Mengacu pada keragaman tipe data, yang mungkin dihasilkan dari sumber berbeda dengan nilai yang berbeda. Data yang didapatkan bisa berasal dari dalam maupun luar organisasi.
  4. Veracity. Berkaitan dengan kualitas dan akurasi data, yang mempengaruhi tingkat kepercayaan pada data yang dikumpulkan. Veracity dan value dapat membantu menentukan kualitas dan sebuah data.
  5. Value. 5V dalam big data yang terakhir, mengacu pada nilai yang dapat diberikan oleh big data yang biasanya berkaitan langsung dengan tindakan apa yang bisa dilakukan oleh organisasi dengan menggunakan data tersebut.

Cara Kerja Big Data

Ada dua kategori big data yaitu terstruktur dan tidak terstruktur. Data yang terstruktur terdiri dari informasi yang sudah dikelola oleh organisasi dalam database atau spreadsheet dan biasanya bersifat numerik.
Sementara data tidak terstruktur merupakan informasi yang tidak terorganisir dan tidak memiliki model atau format yang telah ditentukan sebelumnya. Data yang tidak terorganisir termasuk yang bersumber dari media sosial yang membantu sebuah bisnis atau institusi untuk mengumpulkan informasi terkait kebutuhan pelanggan.
Big data membutuhkan ruang penyimpanan, baik itu dalam could atau dalam bentuk hard disk. Kini, cloud lebih populer sebagai ruang penyimpanan karena mendukung persyaratan komputasi saat ini. Seluruh data tersebut kemudian dianalisis dan diubah menjadi tindakan berdasarkan hasil analisis tersebut. Data-data yang disimpan dapat “dipekerjakan” dengan pembuatan model data menggunakan machine learning dan artificial intelligence.

Baca Juga:   Google vs Adblock: Tindakan Tegas Google di Chrome

Contoh Big Data

Penggunaan big data banyak dilakukan oleh perusahaan kelas dunia yang produknya juga kamu gunakan. Salah satu contoh Big Data adalah perusahaan Facebook yang menyerap lebih dari 500 terabyte data setiap hari ke database mereka. Data tersebut umumnya bersumber dari foto, video, pesan, komentar, dan lain sebagainya.
Sementara itu, ada pula Big Data Bursa saham New York atau New York Stock Exchange (NYSE) yang menghasilkan satu terabyte data perdagangan baru setiap harinya. Big Data benar-benar lekat dengan kehidupan kita sehari-hari dan dapat ditemukan dalam berbagai industri.

Referensi:

  • Alexander S. Gillis. 5 V’s of big data. Diakses pada 6 Maret 2023.
  • Oracle. What is Big Data? Diakses pada 6 Maret 2023.
  • Troy Segal. What Is Big Data? Definition, How It Works, and Uses. Diakses pada 6 Maret 2023.